Sunday, 22 April 2012

Zero…Zero..ZeroooO….!!! and to HeroOOOO.... yeaaah


Ahaa’…Assalamu’alaikum warokhmatullohi  wabarokatuh ^_^
Aaaaaah….   Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan atas nikmat rizki, akal, juga kesehatan, yang sedang kita nikmati sekarang (Alhamdulillah….bangettt…!!! ^^).

                Okey..start from now. Let’s cekidotttt….!!!!
Kali ini saya pengen berbagi ilmu, yang pastinya bukan maksud untuk menggurui kalian atau sok pinter. Tapi lebih menggaris bawahi untuk saling berbagi tuk berFastabiqull Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan….siaaaappp..!!!)

Laa ilaaha illalloh…. Tiada tuhan selain Alloh.

Siapa sih di dunia ini yang gak pengen Happy Ending Full Barokah..???  Hidup mulia dan berakhir bahagia (Allohumma inna nass aluka husnul hotimah, wana’udzubika minn su’ul khotimah) do’a ini kalau bisa jangan sampai ditinggal setiap kali lepas sholat ya sob….Insya’alloh mustajab beeeetttthhhhh…..
Okey..kita back ke title.

 Zero…??? Noll..kosong…yah itu arti dari zero, tapi bukan berarti noll itu kosong dan gak bisa menjadikan kita Hero.HoHooO….Zero yang ini beda cuyy…. Sapa ajah berhak kok menjadi Hero, gak Cuma Pangeran Diponegoro ajah heheee….  Mungkin kita sendiri menyadari kekurangan, keterbatasan, bahkan kemalasan ya tow…ngaku gak??? Hahaa….yayaya I know.  Untuk itu kita mari kita zerokan diri berbagai amalan yang insya’alloh gak bakal rugi deh, siaaaapp….??

1.       Zero kan diri dengan Dzikrulloh.

Pernah kamu berdzikir? Apa yang kamu rasakan?Pernah kamu berdo’a?Apa yang kamu dapatkan? Naah..bila selama ini dzikir dan do’ kita belum mendapat apa-apa secara ruhaniyah, saatnya kita dahsyatkan diri untuk mendapatkan energy lebih. Siapakan dirimu dan bersiap siagalah…!!! Full Dzikir dalam setiap keadaan, baik saat bediri, duduk, maupun berdiri. Riiightt…!!!

2.       Bahan neraka itu dari yang kecil.

Ada suatu kisah, seorang lelaki renta dan seorang anak kecil.  Merekan menyusuri sungai , dan lelaki renta itu menjumpai anak kecil itu sedang berwudhu sambil menangis. Ketika ditanya,” Nak, mengapa engkau menangis?”, Bocah itu menjawab, “ Wahai kakek, ketika aku membaca Al-qur’an aku temukan firman Alloh:
 “ Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu…” (At Tahrim: 6)”. 
Timbullah ketakutanku apabila dilemparkan kedalam api neraka”. Lelaki renta itu berkata,” Wahai anakku, janganlah takut. Engkau tidak akan dicampakkan kedalam neraka, sebab kamu belum baligh. Kamu belum layak dimasukkan kedalam neraka”. Bocah itu menjawab, “ Engkau kan orang berakal, apakah egkau tidak tahu bahwa seorang yang hendak menyalakan api, ia masukkan kayu bakar dari yang kecil dulu baru kemudian memasukkan kayu yang lebih besar….”.
Mendengar penuturan polos bocah kecil itu, menangislah kakek yang renta itu seraya berkata “ Sesungguhnya bocah kecil ini lebih mengingat kampung akhirat daripada diriku. Dunia telah jauh menyeretku.”

3.       Zerokan diri dengan Tilawah, Tazkiyah, dan Ta’lim

Tilawah => Membacakan ayat-ayat Alloh
Tazkiyah => Mensucikan jiwa dari penyakit hati.
Ta’lim=> mengajarkan kitab wal hikmah

4.       Zerokan diri dengan dzikrul maut

Rasululloh bersabda,” Banyaklah mengingat penghancuran dunia yakni kematian.”
Bila kita menggali energy kematian, tentu kita akan megingat apa yang sudah kita miliki untuk bekal kehidupan sesudahnya?? Jagalah nilai-nilai keislaman agar mati mulia memperoleh syurga. Siaaaapppp….!!!!

-Mati itu haq dan pasti. Bagaimana cara kita mati?
-mati itu ghaib. Mengapa takut mati tapi tidak mempersiapkan diri?
-Mati itu tiba-tiba. Apalagi yang ditunggu-tunggu dan mengapa amal ditunda-tunda?

“ Tidak ada sesuatu yang disesali oleh para penghuni syurga kecuali atas suatu saat yang pernah mereka lalui di dunia yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Alloh di dalamnya”. (HR. Thabrani, dishahihkan oleh Albani)

“ Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal TuhanNya” (Ali bin Abi Thalib r.a)
From Zero รจ Aku tahu aku yakin…Aku mau aku bisa…dan Aku mampu…Luar biasaaa..!!!!

Semoga bermanfa’at.
Inspirasi dari : Buku “ Zero to Hero” (Solikhin Abu Izzudin)

Cz Alloh will Always by Your Self
Insya’alloh
^_^

Wassalamu’alaikum warokmatullohi wabarokatuh

Sunday, 3 July 2011

Akhwat Sejati


Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,” Abi, ceritakan padaku tentang akhwat sejati”. Sang ayahpun menoleh sambil kemudian tersenyum …..
Anakku…….
1.       Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari  kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada dibaliknya.
2.       Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
3.       Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
4.       Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya dibicarakan.
5.       Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaiman caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat kearah putrinya, “ Lantas apalagi Abi???”, sahut putrinya.
Ketahuilah putriku…..
6.       Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
7.       Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan, tetapi dilihat dari kekhawatirannya  dirilah yang mengundang orang jadi tergoda.
8.       Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah……
9.       Akhwat sejati bukan dilihat dari sifatnya yang supel dalam bergaul, teapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.
 Setelah itu sang anak kembali bertanya, “ Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abii??”. Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,” Pelajarilah mereka !!!”. Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “ Istri Rosululloh”

Khusus buat para aktivis bacalah………….
10.   Akhwat sejati bukan dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaanya dalam bersikap.
11.   Akhwat sejati bukan dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi dilihat seberapa besar’tenggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
12.   Akhwat sejati bukan dilihat dari kehadirannya dalam syuro’,tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.
13.   Akhwat sejati bukan dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al-Qur’an. Tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al-Qur’an tersebut.
14.   Akhwat sejati bukan dilihat dari aktivitasnya seabrek, tetapi bagaiman ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
15.   Akhwat sejati bukan dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada ummat.
16.   Akhwat sejati bukan dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaiman ia mampu membentengi hati.
17.   Akhwat sejati bukan dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.
18.   Akhwat sejati bukan dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.
19.   Akhwat sejati bukan dilihat dari kasih sayangnya pada orangtuanya dan teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar-Rohman Ar-Rohiimm……
20.   Akhwat sejati bukan dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud.
21.   Akhwat sejati bukan dilihat dari rutin dan konsisitennya menggunakan jilbab dan tidak akan menganggap dirinya lebih sempurna dibandingkan para akhwat lainnya yang belum berhijab, tetapi bagaiman ia mampu membimbing penuh kesabaran dan keikhlasan para akhwat lainnya supaya menggunakan jilbab dengan konsisten.